Budi Arie Setiadi: Hoax Bisa Menipu Dan Membodohi Rakyat

Di tahun politik seperti kini dan masih akan berlangsung sampai tahun depan memang diakui akan ada banyak sekali hal yang tak diharapkan dapat saja terjadi, ucap saja hoax yang kian hari kian membikin masyarakat bingung membedakan mana yang benar-benar fakta dan fitnah temukan lebih banyak. Salah satu politikus ternama, budi arie setiadi juga menganggap hoax sebagai kebohongan besar kepada public dan patut diberantas dengan langsung.

Akhir-akhir ini, masyarakat memang dikagetkan dengan adanya hoax yang cukup besar. Hoax memang menjadi salah satu hal yang dapat membikin sebuah organisasi, atau seseorang menjadi hancur. Untuk itu, di pandang dari segi manapun, hoax memang semestinya diberantas. Adanya hoax yang disebarkan oleh kubu lawan membikin Budi Arie Setiadi dan para relawan Jokowi yang tergabung di Projo, atau organisasi militant pendorong Jokowi beranggapan bahwa hal hal yang demikian merupakan hal yang membodohi dan mengibuli public. Budi beranggapan bahwa di tengah upaya pemerintah untuk serius dalam menangani musibah di Sulawesi Tengah, kubu lawan justru menyebarkan hoax dan kebohongan kepada public. Dia mengukur bahwa hal tersbeut semestinya diusut hingga tuntang supaya masyarakat tak lagi tertipu dengan drama dan hoax yang dapat saja menjadi senjata di Pilpres 2019 akan datang.

Malahan, di masa akan datang, terpenting pada tahun politik ini, dia menegaskan akan ada banyak tangan kumal yang memproduksi hoax dan informasi yang tak cocok fakta soal bermacam hal yang dilaksanakan Jokowi, semisal ketika ini ialah informasi mengenai penanganan gempa yang dapat sajad diciptakan dengan tak cocok dengan fakta yang ada. Dengan semacam itu, karenanya pihak yang memiliki wewenang terang sepatutnya menangkap pelakunya dan mengadilinya dengan amat adil.

Projo sendiri memang diketahui sebagai organisasi yang ada di kubu Jokowi dan mendorong Jokowi dengan apa saja alternatif yang dia buat. Terpenting ketika pemilihan Wakil Calon Presiden yang jatuh pada KH Ma’ruf Amin. ini dilaksanakan sebab Projo menganggap bahwa pemerintahan Jokowi bersih dari korupsi dan bermacam nepotisme yang selama ini membayangi pemerintahan sebelumnya.